Pelayanan kesehatan

PMI Kesulitan Dana, Stok Darah Kurang

Kompas.com - 24/08/2011, 19:39 WIB

ENDE, KOMPAS.com -- Dokter PMI Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur, Yosefa Lily mengemukakan, pihaknya mengalami masalah pendanaan, sehingga sulit melakukan sosialisasi tentang pentingnya donor darah. Sementara kesadaran masyarakat untuk mendonorkan darah secara sukarela masih tergolong rendah.

"Fasilitas yang kami miliki juga terbatas," ungkap Lily, Rabu (24/8/2011), menanggapi kurangnya stok darah yang dipasok PMI ke Bank Darah RSUD Ende.

Lily menjelaskan, anggaran operasional tahun 2011 untuk PMI Ende cuma Rp 25 juta. Itu pun lebih banyak dialokasikan untuk membeli kantung darah, yang harganya per kantung sekitar Rp 30.000.

"Kami juga sudah berupaya bergerak ke instansi-instansi pemerintah, tapi respons mereka umumnya rendah. Perhatian yang besar biasanya dari bank-bank dan kalangan militer," kata Lily.

Kendala lain, PMI Ende kesulitan menjangkau wilayah pedalaman yang jarak tempuhnya sekitar 2-4 jam dari kota Ende, belum lagi peralatan penyimpanan kantung darah yang dimiliki hanya yang berkapa sitas kecil, yakni 15 - 20 kantung.

"Banyak juga keadaan di desa yang belum berlistrik, sehingga kami tak dapat melakukan screening serum darah di lokasi," kata Lily.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Apresiasi Spesial
Beli dan kirimkan Apresiasi Spesial untuk mendukung Jurnalisme Jernih KOMPAS.com
Rp
Minimal apresiasi Rp5.000
Dengan mengirimkan pesan apresiasi kamu menyetujui ketentuan pengguna KOMPAS.com. Pelajari lebih lanjut.
Apresiasi Spesial
Syarat dan ketentuan
  1. Definisi
    • Apresiasi Spesial adalah fitur dukungan dari pembaca kepada KOMPAS.com dalam bentuk kontribusi finansial melalui platform resmi kami.
    • Kontribusi ini bersifat sukarela dan tidak memberikan hak kepemilikan atau kendali atas konten maupun kebijakan redaksi.
  2. Penggunaan kontribusi
    • Seluruh kontribusi akan digunakan untuk mendukung keberlangsungan layanan, pengembangan konten, dan operasional redaksi.
    • KOMPAS.com tidak berkewajiban memberikan laporan penggunaan dana secara individual kepada setiap kontributor.
  3. Pesan & Komentar
    • Pembaca dapat menyertakan pesan singkat bersama kontribusi.
    • Pesan dalam kolom komentar akan melewati kurasi tim KOMPAS.com
    • Pesan yang bersifat ofensif, diskriminatif, mengandung ujaran kebencian, atau melanggar hukum dapat dihapus oleh KOMPAS.com tanpa pemberitahuan.
  4. Hak & Batasan
    • Apresiasi Spesial tidak dapat dianggap sebagai langganan, iklan, investasi, atau kontrak kerja sama komersial.
    • Kontribusi yang sudah dilakukan tidak dapat dikembalikan (non-refundable).
    • KOMPAS.com berhak menutup atau menonaktifkan fitur ini sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya.
  5. Privasi & Data
    • Data pribadi kontributor akan diperlakukan sesuai dengan kebijakan privasi KOMPAS.com.
    • Informasi pembayaran diproses oleh penyedia layanan pihak ketiga sesuai dengan standar keamanan yang berlaku.
  6. Pernyataan
    • Dengan menggunakan Apresiasi Spesial, pembaca dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui syarat & ketentuan ini.
  7. Batasan tanggung jawab
    • KOMPAS.com tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung maupun tidak langsung yang timbul akibat penggunaan fitur ini.
    • Kontribusi tidak menciptakan hubungan kerja, kemitraan maupun kewajiban kontraktual lain antara Kontributor dan KOMPAS.com
Gagal mengirimkan Apresiasi Spesial
Transaksimu belum berhasil. Coba kembali beberapa saat lagi.
Kamu telah berhasil mengirimkan Apresiasi Spesial
Terima kasih telah menjadi bagian dari Jurnalisme KOMPAS.com
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com
atau